Dilihat : kali
Pendidikan kesetaraan adalah pendidikan nonformal yang ditujukan bagi warga negara yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal di sekolah. Biasa dikenal dengan Kejar (Kelompok Belajar) Paket A untuk SD sederajat, Paket B untuk SMA sederajat dan Paket C untuk SMA sederajat. Ada juga program keaksaraan fungsional (KF) untuk membantu warga yang buta huruf.
Baca juga: Kejar Paket A B C |
Pendidikan pemerataan dengan semboyan “Achieving the unattainable” bertujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga negara yang karena berbagai sebab tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal. Ada anak usia sekolah yang putus sekolah karena kendala keuangan, ada juga orang dewasa yang sudah bekerja dan berbagai konteks lainnya. Dalam pendidikan kesetaraan, selain diberikan materi ilmiah, juga diberikan kecakapan hidup.
Harapannya, dengan kecakapan hidup tersebut, peserta didik dapat mandiri dan menciptakan area kerjanya sendiri. Kecakapan hidup yang diajarkan tergantung pada karakteristik tempat berlangsungnya kegiatan belajar. Kecakapan hidup tersebut dapat berupa perbengkelan, kerajinan, peternakan, atau pertanian. Pelaksanaan pembelajaran untuk pemerataan pendidikan dipusatkan di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di masing-masing kabupaten. PKBM ini dapat memandu banyak pengejaran di desa mana pun di dalam kanton. PKBM memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, dimulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), KF (Fungsional Literasi), Paket A, Paket B, Paket C, dan KBU (Kelompok Belajar Bisnis). Selain itu, PKBM juga dilengkapi dengan TBM (Taman Bacaan Masyarakat). Pembelajaran dalam pendidikan kesetaraan tidak bisa disamakan dengan sistem pembelajaran di sekolah formal. Dalam pemerataan pendidikan, sistem pembelajaran biasanya bersifat fleksibel sesuai kesepakatan antara pelaku PKBM dengan masyarakat belajar. Ini karena magang tidak mungkin menghadiri kelas pagi, bekerja, atau memiliki kegiatan lain.